Diversifikasi bukan hanya soal memiliki banyak saham, tetapi tentang menyusun portofolio yang mampu bertahan saat pasar berubah arah. Di sinilah kombinasi saham growth dan value menjadi strategi yang masuk akal. Saham growth cenderung memberikan peluang kenaikan agresif ketika ekonomi berkembang dan sentimen pasar positif. Sementara saham value berperan sebagai penyeimbang karena biasanya lebih stabil, fundamentalnya kuat, dan sering kali memiliki valuasi yang lebih “murah” dibanding nilai wajarnya. Menggabungkan keduanya secara seimbang dapat membantu investor meredam fluktuasi tanpa kehilangan peluang pertumbuhan.
Memahami Peran Saham Growth Dalam Portofolio
Saham growth identik dengan perusahaan yang fokus ekspansi, meningkatkan pendapatan, dan mengejar pertumbuhan pasar. Biasanya perusahaan growth berani mengalokasikan lebih banyak dana untuk inovasi, teknologi, pemasaran, dan pengembangan produk. Keunggulan terbesar growth ada pada potensi kenaikan harga saham yang signifikan, terutama saat pasar sedang optimis.
Namun, risiko saham growth juga cukup tinggi karena valuasinya sering mahal dan sensitif terhadap perubahan suku bunga. Ketika suku bunga naik atau pasar mengalami koreksi, saham growth biasanya lebih cepat turun dibanding saham defensif. Karena itu, menempatkan saham growth secara proporsional adalah kunci agar portofolio tetap sehat.
Mengapa Saham Value Penting Untuk Stabilitas
Saham value adalah saham yang diperdagangkan di harga relatif rendah dibandingkan fundamentalnya. Banyak investor menyukai saham value karena lebih “rasional” dari sisi valuasi dan sering dipilih untuk strategi bertahan jangka panjang. Selain itu, saham value umumnya berasal dari perusahaan yang sudah matang, memiliki arus kas stabil, serta terkadang rutin membagikan dividen.
Saham value dapat menjadi jangkar portofolio saat pasar bergejolak. Ketika tekanan ekonomi muncul, investor cenderung mencari aset yang lebih aman dan lebih terukur. Inilah alasan saham value sering menjadi penolong ketika saham growth sedang turun tajam.
Cara Menentukan Komposisi Growth Dan Value Yang Seimbang
Tidak ada komposisi yang mutlak benar, karena semuanya bergantung pada profil risiko dan tujuan investasi. Tetapi sebagai panduan sederhana, investor pemula dapat membagi portofolio menjadi dua pendekatan utama.
Bagi investor agresif yang ingin mengejar pertumbuhan, porsi growth bisa lebih dominan seperti 60% growth dan 40% value. Sementara investor moderat dapat memilih 50% growth dan 50% value untuk menjaga keseimbangan. Untuk investor konservatif, porsi value dapat diperbesar seperti 40% growth dan 60% value agar volatilitas portofolio lebih rendah.
Menentukan komposisi ini bukan sekali jadi. Anda perlu menyesuaikan seiring perubahan umur investasi, kebutuhan keuangan, dan kondisi pasar.
Strategi Rebalancing Agar Diversifikasi Tetap Terjaga
Rebalancing adalah langkah penting agar porsi growth dan value tidak berubah terlalu jauh akibat pergerakan harga saham. Misalnya saat market bullish, saham growth bisa naik cepat sehingga porsinya membengkak. Tanpa rebalancing, portofolio menjadi terlalu agresif dan berisiko tinggi.
Rebalancing ideal dilakukan secara berkala, misalnya setiap 3 bulan atau 6 bulan. Prinsipnya sederhana: kurangi porsi yang sudah naik berlebihan dan tambahkan ke porsi yang tertinggal agar keseimbangan kembali sesuai target awal. Dengan strategi ini, investor lebih disiplin, tidak terjebak euforia, dan tetap menjaga diversifikasi secara konsisten.
Memilih Growth Dan Value Dengan Pendekatan Fundamental
Agar strategi ini efektif, pemilihan saham harus berbasis data, bukan hanya tren. Untuk saham growth, fokus pada perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan yang konsisten, prospek industri yang kuat, serta manajemen yang mampu mengeksekusi ekspansi. Untuk saham value, perhatikan rasio valuasi yang wajar, stabilitas laba, rasio utang yang sehat, dan ketahanan arus kas.
Kombinasi growth dan value yang tepat akan membuat portofolio tidak terlalu rapuh ketika pasar turun, tetapi tetap punya peluang berkembang ketika ekonomi membaik. Dengan pendekatan disiplin, strategi seimbang ini dapat menjadi fondasi diversifikasi yang kuat dan relevan untuk jangka panjang.
