Slippage tolerance adalah istilah penting bagi trader di bursa terdesentralisasi (DeFi) yang merujuk pada perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi transaksi. Fenomena ini sering terjadi saat volatilitas pasar tinggi atau likuiditas rendah, sehingga harga token bisa bergerak sebelum transaksi selesai. Memahami slippage tolerance membantu trader menghindari kerugian tak terduga dan memastikan transaksi berjalan sesuai strategi.
Cara Mengatur Slippage Tolerance
Pengaturan slippage tolerance biasanya tersedia di antarmuka bursa DeFi. Trader dapat menentukan persentase maksimal perbedaan harga yang dapat diterima. Persentase rendah cocok untuk token dengan volatilitas rendah, sementara persentase lebih tinggi memungkinkan transaksi berhasil meski harga bergerak cepat. Penting untuk menyesuaikan slippage dengan kondisi pasar agar risiko minimal.
Tips Aman Menggunakan Slippage
Selain mengatur slippage tolerance, perhatikan juga likuiditas token dan volume transaksi. Token dengan likuiditas rendah rentan terhadap slippage besar, sehingga trader harus berhati-hati dan mempertimbangkan order size yang sesuai. Memantau harga real-time dan menggunakan pengaturan slippage yang bijak dapat meningkatkan efektivitas strategi trading di bursa terdesentralisasi.
